Panduan Investasi untuk Pemula – Kunci Menghasilkan Uang

Share via FB,Twitter, & Google+ !

Kita akan bahas tentang panduan investasi untuk pemula.

Kenapa investasi?

Saya kira kutipan ini sangat cocok untuk tulisan kita saat ini:

“Kunci menghasilkan uang adalah ketekunan berinvestasi.” – Suze Orman

Apa itu investasi?

Jadi bukan bekerja untuk menghasilkan?

Tentu saja, bekerja memang menghasilkan, investasi adalah cara lain menghasilkan uang.

Mau?

Panduan Investasi Untuk Pemula – Bagi Yang Belum Ngerti Investasi

panduan investasi untuk pemula

OK, disini saya tidak akan dulu membahas tentang produk-produk investasi. Itu bahasan nanti, sebab yang lebih penting dalam investasi adalah kita memahami dulu konsep dan prinsip dasar investasi.

Investasi VS Menabung, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Ya investasi lah …

Kenurut kebanyakan orang investasi lebih menguntungkan dibanding menabung. Sehingga kita tinggal simpan uang, kemudian kita tunggu hasilnya. Passive income katanya.

Betul?

Ya, secara hitung-hitungan dari berbagai produk investasi memang hampir semuanya menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Namun, yang harus kita sadari adalah investasi juga memiliki resiko yang lebih besar. Biasanya semakin besar keuntungan, akan semakin besar resikonya.

Menabung relatif tidak terlalu beresiko bahkan dilindungi. Hanya saja hasilnya yang kecil belum lagi menghadapi inflasi.

Tapi, kebanyakan orang yang menabung bukan untuk menghasilkan uang, hanya untuk menyimpan dan mengumpulkan uang. Salah satunya mengumpulkan uang untuk berinvestasi.

Jadi menabung dan investasi dua konsep keuangan yang berbeda. Tujuannya untuk apa? Hanya mengumpulkan uang atau ingin menghasilkan uang?

Konsep Pertama: Tidak Ada Yang Pasti

Salah satu konsep yang harus kita fahami dalam invesasi adalah tidak ada yang pasti. Misalnya Anda akan mendapatkan 20% setiap tahun. Tidak ada, jangan dijadikan andalan.

Jika misalnya ada yang mengatakan produk investasi tertentu menghasilkan keuntungan sekian persen, itu hanya dilihat dari data kebelakang dan perkiraan masa depan. Hasilnya? Belum tentu. Bisa lebih besar atau lebih kecil, bahkan rugi.

Kalau ada yang menjanjikan angka tetap itu bisa saja. Mungkin orang itu akan menjanjikan tetap kepada Anda, tapi dia sendiri menghasilkan uang tidak tetap.

Untuk itu dalam konsep investasi syariah yang menekan bagi hasil, jelas tidak akan ada investasi yang hasil tetap dan tidak boleh menjanjikan tetap. Hasil investasi harus sesuai dengan keuntungan real yang pastinya fluktuatif.

Memang investasi ke perusahaan mapan bisa relatif stabil. Sebenarnya tidak, tetapi fluktuasinya tidak terlalu mencolok. Dan itu pun tetap saja tidak dijamin akan memberikan angka yang tetap besar. Bukankah kita sama-sama mengetahui banyak perusahaan besar yang akhirnya bangkrut?

Konsep Kedua: Resiko

Tidak ada investasi yang 100% aman dan selamanya. Anda harus siap menghadapi resiko. Resiko itu berupa kerugian atau kehilangan uang sama sekali.

Secara umum semakin besar potensi keuntungan yang didapat akan semakin besar resikonya. Meski pun prinsip ini tidak selalu benar, karena bisa saja keuntungan kecil pun resikonya besar.

Lalu bagaimana caranya menghadapi resiko?

  • Siapkan mental saja, jangan hanya mau untung saja. Resiko selalu ada dan kita harus siap menghadapinya.
  • Kedua ada yang mengatakan jangan menyimpan keranjang dalam 1 telur, eh salah, jangan menyimpan telur dalam 1 keranjang. Maksudnya jangan menghabiskan uang Anda semuanya dalam 1 investasi, jika gagal makah habislah semua uang Anda.
  • Ketiga luangkan waktu yang cukup sebelum investasi. Teliti baik-baik semua aspek investasi. Fahami cara pembagian keuntugannya. Siapa pengelola bisnis dan tentu saja seperti apa resikonya. Jangan buru-buru. Semakin faham, akan semakin kecil resiko yang kita hadapi.
  • Keempat minta nasihat dari orang yang benar-benar mengerti investasi. Bukan dari orang yang merasa mengerti investasi. Banyak kasus orang yang kehilangan uang karena menerima saran investasi dari teman atau saudara yang sebenarnya bukan ahli investasi. Hati-hati.

Saya ingat kata Robert T. Kiyosaki, bahwa yang beresiko itu bukan bisnis atau investasinya, tetapi kitanya. Wawasan kita yang masih kurang dalam mengelola investasi akan menjadikan investasi itu beresiko.

Sebagai contoh ada yang mengatakan investasi di properti pasti menguntungkan dan aman?

Tidak. Ingat, tidak ada yang pasti. Jika salah, investasi properti pun bisa buntung bukan untung.

Konsep Ketiga: Investasi Bukan Judi

Meski pun dalam investasi bisa untung bisa rugi, tetapi bukan judi. Bukan untung-untungan. Investasi untung beneran, bukan hasil dari spekulasi. Investasi harus berdasarkan perhitungan bisnis yang tepat.

Kita harus benar-benar melihat potensi keuntungan dari perhitungan ekonomi dan bisnis bukan untung-untungan. Kalau pun nanti rugi, jika kita sudah memperhitungan secara maksimal, mungkin itu nasib kita. Berbeda dengan judi yang sejak awal hanya berdasarkan untung-untungan yang sering kali jadi rugi beneran.

Kita juga perlu hati-hati, judi yang berkedok dengan investasi.

Ingat ini: spekulasi bisa menghancurkan hasil kerja keras Anda selama ini.

Mau Investasi Dimana?

Ada banyak cara berinvestasi. Setiap cara akan memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Sebelum Anda mau memutuskan mau investasi dimana, pelajari dulu sampai faham segalanya.

Investasi itu perlu kesabaran, jangan grasa-grusu yang bisa berakibat fatal bagi Anda. Kesabaran dalam menunggu hasil dan kesabaran dalam memutuskan.

Tidak sabar kadang akan menuntun kita untuk berspekulasi.

Tugas Anda saat ini mulai belajar mengenal cara-cara investasi. Setelah itu persiapkan strategi investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Silahkan diskusikan dengan penasihat keungan Anda. Jika belum punya penasihat, mungkin saat ini waktunya untuk mencari.

Berikut sekilas tentang cara-cara dan produk investasi yang perlu Anda pelajari

  • Investasi di properti seperti tanah, rumah, apartment, villa, hotel, dan sebagainya.
  • Investasi pada bisnis, bahkan bisa bisnis sendiri maupun bisnis orang lain. Bisnis itu sebenarnya salah satu bentuk investasi.
  • Investasi pada saham, pada dasarnya investasi pada bisnis juga. Anda hanya menjadi sebagian pemilik bisnis dengan membeli saham.
  • Anda bisa juga investasi reksadana
  • Bisa investasi obligasi
  • dan sebagainya silahkan pelajari lebih lanjut dengan membeli buku khusus investasi atau bertanya kepada ahlinya.

Bagi Anda yang Muslim, mungkin perlu juga mempelajari investasi syariah supaya Anda lebih tentram dan terhindar dari riba.

Ingat, perlu kesabaran dalam belajar. Tidak terlalu lama dan akan terbayarkan nanti daripada Anda grasa grusu mengeluarkan uang dan tidak pernah kembali.

Mengapa saya tidak menyebut emas?

Ya relatif. Tapi saat Anda membeli emas, sebenarnya bukan investasi tetapi hanya memproteksi nilai uang Anda. Saya kira membeli dan menyimpan emas akan cocok untuk menabung dalam jangka panjang. Bukan harga emas yang naik, tetapi nilai rupiah yang turun.

Penutup

Artikel ini hanyalah pembuka wawasan Anda. Hanya panduan investasi untuk pemula. artinya masih perlu belajar lebih jauh tentang investasi. Ingat, resiko bukan pada investasi apa, tetapi resiko lebih disebabkan oleh kita, orangnya, yang masih “buta” tentang investasi.

Jika Anda mau berinvestasi, mulailah menjadi melek finansial dan melek investasi agar Anda tidak terjerumus. Selamat berinvestasi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *